Up-Date/Artikel Terbaru

Showing posts with label Dari Kebun. Show all posts
Showing posts with label Dari Kebun. Show all posts

Sirsak, 10 ribu kali lebih kuat dari kemoterapi?


Buah Sirsak telah diteliti dan dikembangkan sebagai bahan baku obat kanker, terutama kanker prostat, pankreas, dan paru-paru.

Sebuah perusahaan di Amerika rela mengucurkan miliaran dolar demi membuktikan khasiat sirsak sebagai pembunuh sel kanker yang efektif dan jauh lebih aman ketimbang terapi kemo. Sayang, hingga kini obat tersebut masih dirahasiakan.

Berita tentang rahasia buah sirsak itu belakangan terkuak dan menyebar luas dengan cepat melalui milis. Informasi tersebut tentu cukup menggembirakan, terutama bagi para penderita kanker dan keluarganya.

"Syukurlah kalau itu benar, papa saya biar makan sirsak saja, nggak usah ngabisin banyak duit," ujar Emmy, yang ayahnya tujuh bulan lalu divonis menderita kanker paru-paru.

Saat ini jumlah penderita kanker memang terus bertambah, dan belum ada solusi yang dianggap minimal efek samping.

Sementara dalam penemuan itu disebutkan, obat berbahan baku buah sirsak ini memiliki manfaat 10 ribu kali lebih kuat daripada kemoterapi.

Di tengah kenyataan itu, sebuah perusahaan Amerika yang telah lama meneliti dan mengembangkan buah sirsak (soursop) sebagai bahan obat kanker masih menutup rapat rahasia keajaiban buah ini. Apa sebenarnya yang terjadi dalam penelitian sirsak?

Sepuluh ribu kali lebih kuat
Semua itu berawal dari penelitian di Universitas Purdue, Amerika Serikat, yang berhasil membuktikan buah sirsak efektif membunuh sel-sel kanker. Sayangnya, hasil penelitian itu belum bisa dirilis kepada publik.

Sepertinya mereka ingin mengambil keuntungan atas hasil penelitian tersebut. Maklum, dana yang dikeluarkan untuk penelitian itu terbilang amat sangat besar.

Bicara soal kehebatan buah sirsak atau graviola, sebenarnya telah lama dilaporkan lembaga-lembaga penelitian di AS. Health Sciences Institute, AS, pada awal tahun 2000 mengungkapkan, buah yang dalam Spanyol disebut graviola itu memiliki kemampuan sebagai pembunuh alami sel kanker, bahkan hingga 10 ribu kali lebih kuat dari kemoterapi yang menggunakan zat kimia.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, dan efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing. Sirsak juga efektif menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem saraf yang terganggu.

Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dan pohon ini, seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah, dan bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku bangsa itu. Graviola atau sirsak diyakini masyarakat Amazon sebagai obat sakit jantung, asma, gangguan fungsi lever (hati), dan rematik.

The National Cancer Institute telah melakukan penelitian terhadap graviola sejak tahun 1976. Uji coba itu dilakukan di 20 laboratorium independen yang berbeda di bawah pengawasan The National Cancer Institute.

Memburu hanya sel jahat
Di Asia, penelitian serupa dilakukan di Korea Selatan. Suatu studi yang dipublikasikan dalam the Journal of Natural Products menyatakan, studi yang dilakukan di Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia bernama annonaceous acetogenin yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker yang berkembang di usus besar.

Penemuan yang mencolok dari studi tersebut adalah bahwa zat antikanker itu juga mampu menyeleksi dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh.

Bandingkan dengan kemoterapi, yang selama ini digunakan untuk mengobati penderita kanker yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat. Sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis dalam kemoterapi. Dampaknya, timbul efek negatif berupa rasa mual, rambut rontok, dan penurunan berat badan secara drastis.

Selain itu, keampuhan buah sirsak adalah melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan. Dampaknya bagi penderita kanker adalah energi mereka semakin meningkat dan penampilan fisik semakin membaik.

Daun direbus
Di Indonesia, sirsak sebagai obat alami juga sudah lama dikenal. Dosis yang pernah dicoba para terapis herbal untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua direbus dengan 3 gelas air (600 cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan airnya diminum setiap pagi (ada beberapa pasien yang minum pagi-sore).

Efek dari konsumsi rebusan daun sirsak adalah perut terasa hangat atau panas, lalu badan akan berkeringat deras. Perlu dipahami bahwa penggunaan ramuan herbal tidak berkhasiat langsung atau cespleng alias sembuh seketika seperti efek yang ditawarkan obat kimia. Artinya, butuh kedisiplinan untuk minum ramuan selama 3-4 minggu.

Setelah itu, efeknya baru bisa dirasakan dan itu pun belum bisa diuji secara ilmiah, lebih mengandalkan testimoni atau pengakuan empiris.

Hambali (33 tahun) penderita kanker prostat mengakui, setelah rajin minum jus sirsak tanpa gula kondisinya lebih baik. Ia bisa beraktivitas kembali setelah sebelumnya susah bergerak. Saat diperiksa di laboratorium, ternyata sel-sel kankernya mengering. Sel-sel lain yang tumbuh (rambut, kuku, dan lain-lain) sama sekali tidak terganggu.

Mengingat keampuhan tersebut, alangkah indahnya jika hasil penelitian ilmiah bisa diketahui publik dan menjadi dasar digunakannya sirsak sebagai obat kanker, agar memberi secercah harapan bagi para penderita penyakit yang mematikan ini.

Ragam Khasiat Si Graviola
Hampir semua bagian dari pohon sirsak, mulai kulit kayu, akar, daun, daging buah, hingga bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku Indian di Amerika Selatan. Beberapa gangguan kesehatan di antaranya sakit jantung, asma, masalah lever (hati), dan rematik diatasi dengan sirsak.

Fakta empiris tersebut menarik perhatian suatu perusahaan yang kemudian mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka tes terhadap sirsak. Hasilnya sangat mencengangkan.

Berikut hasil temuan ragam khasiat graviola:
  • Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif, tanpa konsekuensi rasa mual, berat badan turun, atau rambut rontok, seperti yang biasa terjadi pada terapi kemo.
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
  • Meningkatkan energi dan membuat penampilan fisik membaik.
  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker. Di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang umum digunakan.
  • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya °memburu" dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membasmi sel-sel sehat.

Terganjal Masalah Hak Paten
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika Serikat dengan omset miliaran dolar yang melakukan riset luar biasa mengenai sirsak, punya alasan sekaligus masalah mengapa sampai sejauh ini belum berani menjelaskan secara luas tentang obat kanker berbahan dasar buah yang juga tumbuh di hutan Amazon ini.

Pasalnya, industri farmasi (belum diketahui namanya) itu hingga kini terus mencoba mematenkan hasil penelitian itu, tapi gagal karena ketentuan undang-undang federal AS. Dalam UU tersebut dijelaskan hasil penelitian tersebut belum bisa dipatenkan, sebelum ditemukan unsur sintetisnya.

Karena bahan aktif dari daun dan buah sirsak berasal dari tumbuhan, berarti hasil penelitian berhak diketahui oleh masyarakat umum, termasuk kita semua yang ada di Indonesia.

Tak heran, perusahaan yang menghadapi masalah besar ini berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar coba membuat sintesis/kloning sirsak agar bisa dipatenkan. Dengan demikian, dana yang dikeluarkan untuk riset dan aneka tes bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.

Sayangnya, usaha ini tidak berbuah manis alias gagal. Sirsak tidak bisa dikloning. Dengan kata lain, perusahaan tidak bisa memenuhi persyaratan yang telah diundang-undangkan, meski telah mengeluarkan dana sangat besar.

Saat mimpi sekaligus semangat mendapatkan keuntungan besar perlahan memudar, kegiatan riset dan tes juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini memutuskan untuk tidak memublikasikan hasil riset.

Meski begitu, cerita tak berhenti di sini. Harapan masyarakat luas untuk menggali manfaat sirsak sebagai solusi alami peredam kanker itu tumbuh lagi.

Setelah ada salah seorang ilmuwan (tak jelas identitasnya) dari tim riset merasa tidak tega melihat kenyataan ini. Akhirnya dengan mengorbankan karier dan reputasinya, ia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar, berita keajaiban sirsak, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan, sirsak terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif. Sayangnya, sampai saat ini belum ada pihak maupun perusahaan farmasi yang berani menindaklanjuti temuan menggembirakan ini dengan berbagai alasan.
Meski begitu, sekarang Anda sudah tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya yang manis campur asam menyegarkan ini tentu tak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sirsak bisa dikonsumsi segar maupun diolah menjadi jus. (cbn) www.suaramedia.com

NOTE:

Kandungan daun sirsak merupakan senyawa aktif untuk pemompaan P-glycoprotein yang menghasilkan senyawa anti kanker. Daun sirsak bahkan lebih kuat dan lebih baik dari kemoterapi karena ia hanya membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal dan tetap membiarkan sel-sel normal tumbuh sebagaimana mestinya.



Inilah 11 Sayuran Pembunuh Kanker

Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) Semarang Cahyaning Puji Astuti mengatakan, setidaknya ada sekitar 11 jenis sayuran yang terbukti ampuh untuk mencegah munculnya penyakit kanker.

"Buah-buahan dan sayuran sebenarnya jauh lebih hebat dibandingkan vitamin, namun tidak semua sayur dan buah merupakan antikanker," katanya seusai seminar "Menyiapkan Makanan Sehat Pencegah Kanker" di RS Telogorejo, Semarang, Kamis (10/12/2009).

Naning menyebutkan, 11 sayuran pencegah kanker tersebut, di antaranya kubis, bawang putih, bawang bombai, kedelai, kunyit, teh hijau, tomat, jeruk, cokelat, dan buah-buahan beri, seperti bluberi dan stroberi. Namun, meskipun beberapa sayuran dan buah-buahan itu berkhasiat sebagai antikanker, diperlukan kewaspadaan dan pemahaman zat-zat yang terkandung dalam sayuran itu, termasuk memerhatikan proses pengolahannya.

Menurut dia, kubis merupakan musuh utama kanker, baik kubis hijau, kubis putih, brokoli, bunga kol, selada air, maupun kol ungu. Bahkan, khasiat kubis sudah dikenal sejak zaman Hipokrates sekitar 460-377 SM. "Hipokrates mengatakan, kubis merupakan sayuran dengan beribu-ribu khasiat, dan mengonsumsi kubis minimal lima porsi setiap minggu terbukti dapat memperkecil risiko terserang kanker dan memperlambat perkembangan kanker," katanya.

Akan tetapi, proses pengolahan kubis tetap harus diperhatikan agar tidak menghilangkan khasiatnya, di antaranya tidak memasaknya terlalu lama, tetapi tetap harus bersih, dan mengunyahnya secara cermat. Bawang putih dan bawang bombai juga sangat efektif untuk mencegah kanker, terutama kanker saluran pencernaan, kerongkongan, lambung, usus besar, prostat, paru-paru, dan kanker payudara.

"Makanan pencegah kanker ditemui pula dalam kedelai, yang banyak diolah menjadi tahu, tempe, dan susu. Sebab, kedelai mengandung isoflavon yang merupakan senyawa antikanker yang memiliki struktur kimia mirip dengan hormon seks," katanya.

Berkaitan dengan kemiripan struktur kimia isoflavon dengan hormon seks itu, ia mengingatkan, konsumsi kedelai secara berlebihan tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara dan kanker prostat. "Kedua kanker itu merupakan jenis kanker yang sangat bergantung pada hormon, yakni hormon estrogen untuk kanker payudara dan hormon androgen untuk kanker prostat," kata Naning yang juga menderita kanker. Selain itu, kata dia, resep menghindari risiko terkena kanker dapat dilakukan dengan menghindari makanan-makanan tertentu, misalnya, makanan yang diasinkan, makanan yang diasap, dan makanan yang digoreng.

"Olahraga secara teratur, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi daging merah juga merupakan penerapan pola hidup sehat yang perlu diterapkan untuk mencegah kanker," kata Naning.


Sumber: KOMPAS | Kamis, 10 Desember 2009 | 20:48 WIB


Bersahabat Dengan Kanker Payudara?


KANKER, adalah momok mengerikan bagi setiap orang. Akhir-akhir ini kanker sering kita dengar sebagai sosok pembunuh yang kejam di Indonesia. Kanker payudara misalnya. Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Kanker yang pada umumnya hanya diderita oleh para wanita ini telah memakan banyak korban, baik muda maupun yang sudah lanjut usia. Dan seremnya lagi, Kadang meskipun di tubuhnya telah tumbuh kanker dia tidak merasakan gejala apapun.

Gejala Penyakit Kanker Payudara
  1. Ada benjolan yang keras di payudara bentuknya tidak beraturan dapat diraba dengan tangan,
  2. Bentuk ukuran atau berat salah satu payudara berubah, puting berubah (bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan/darah,
  3. Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk,
  4. Adanya benjolan-benjolan kecil dibawah ketiak,
  5. Ada luka dipayudara yang sulit sembuh,
  6. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu,
  7. Payudara terasa panas, memerah dan bengkak,
  8. Terasa sakit/nyeri (bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai),
  9. Terasa sangat gatal didaerah sekitar putting,
  10. Benjolan yang keras itu tidak bergerak (terfiksasi). dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit,
  11. Apabila benjolan itu kanker, awalnya biasanya hanya pada 1 payudara.
Penyebab Kanker Payudara/Faktor Risiko
Penyebab dari kanker payudara sendiri belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah:
  1. Umur diatas 30 tahun (sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara)
  2. Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara (wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara).
  3. Punya riwayat tumor (Faktor genetik [BRCA1/BRCA2] dan hormonal).
  4. Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun (Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun,
  5. Tidak menikah/tidak menyusui
  6. Melahirkan anak petama diatas usia 30 tahun
  7. Sering terkena radiasi (Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray)
  8. Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  9. Kegemukan (obesitas pasca menopause)
  10. Konsumsi alcohol berlebihan (Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara)
  11. Bahan kimia. Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  12. DES (dietilstilbestrol). Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
  13. Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  14. Stress
Kanker payudara dapat dicegah dengan cara
  1. Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama,
  2. Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alcohol,
  3. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan. Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini,
  4. Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya,
  5. Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara,
  6. Lakukan olahraga secara teratur,
  7. Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi,
  8. Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi,
  9. Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan.
Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker. Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Pantangan Penderita Kanker Payudara
Jika Anda sudah terserang kanker payudara, ada yang harus dihindari atau dikurangi asupan konsumsinya. Karena ada kalanya makanan atau minuman tertentu akan memacu pertumbuhan sel abnormal, termasuk kanker payudara. Ada diantaranya yang mengandung zat tumbuh yang jika diasup akan merangsang pembesaran kanker. Ada pula yang mengandung karsinogenik akibat proses pengawetan. Dan ada pula yang jika dikonsumsi akan mengurangi efek kerja obat dalam tubuh. Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dihindari atau dikurangi konsumsinya:
  1. Tauge
  2. Vetsin
  3. Tape
  4. Es
  5. Cabai
  6. Kurangi garam
  7. Lengkeng
  8. Alkohol
  9. Nanas
  10. Sawi putih
  11. Daging merah
  12. Rokok
  13. Nangka
  14. Durian
  15. Soft drink
  16. Kangkung
  17. Ikan asin
Anjuran Dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara Jika Anda sedang terserang kanker payudara, ada beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita terserang kanker payudara dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari.
  1. Wortel
  2. Lobak
  3. Pisang raja
  4. Belimbing manis
  5. Seledri
  6. Brokoli
  7. Kubis
  8. Apel
  9. Bawang putih
Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari. Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:
  1. Buncis
  2. Daun singkong
  3. Kacang panjang
  4. Daun papaya

Rahasia Buah Pisang


Buah Pisang mengandung tiga jenis gula alami - Sukrosa, Fruktosa dan Glukosa yang dikombinasikan dengan fiber. Pisang memberikan tambahan sokongan energi langsung yang cukup banyak. Penelitan telah membuktikan bahwa dengan hanya dua buah pisang saja dapat mendukung energi yang cukup untnk kuat selama 90 menit. Tidak heran mengapa pisang merupakan buah nomor satu yang banyak dikonsumsi oleh atlit dunia. Namun bukan hanya energi yang dihasilkan, buah pisang juga dapat menjaga tubuh selalu fit dan membantu untuk mencegah beberapa penyakit, sehingga diperlukan untuk menambah diet harian kita.

DEPRESI
Berdasarkan survey terbaru oleh "MIND" terhadap orang-orang yang mengalami Depresi, banyak yang terbantu setelah mengkonsumsi buah pisang. Oleh karena pisang mengandung
tryptphan, sejenis protein yang diatur tubuh menjadi serotonin, zat yang diketahui dapat membawa efek relax dan menambah suasana hati pada umumnya menjadi lebih baik.

PMS
Mengalami gangguan kesehatan saat menghadapi
Pre Menstruation Syndrome? Lupakan obat-obatan. Makanlah buah pisang. Vitamin B6 yang terkandung di dalamnya mengontrol tingkat glukosa darah yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh menjadi lebih baik.

ANEMIA
Tinggi zat besi buah pisang dapat merangsang produksi hemoglobin (sel darah merah) dan membantu kasus-kasus penyakit anemia (kurang darah).

TEKANAN DARAH
Buah unik tropis ini mengandung zat
potassium yang cukup tinggi dan rendah garam, membuat tekanan darah menjadi lebih baik dan, masih banyak lagi. Sebuah perusahaan makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat mengklaim buah pisang dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan penyakit stroke.

VITAMIN OTAK
200 orang pelajar sekolah di Twickenham (Middlesex) terbantu dalam ujian mereka tahun ini setelah setiap sarapan, istirahat dan makan siang selalu mengkonsumsi buah pisang sebagai pemacu kekuatan berpikir mereka. Penelitian juga memperlihatkan bahwa buah yang disertai zat
potassium dapat membantu otot mata menjadi lebih awas.

SEMBELIT
Tinggi kadar fiber, dapat membantu program
diet untuk mengempiskan bagian perut, membantu mengatasi masalah tanpa efek murus-murus.

RASA SAKIT
Salahsatu cara mudah atau cepat mengobati rasa sakit adalah dengan membuat campuran buah pisang dengan milkshake ditambah madu. Buah pisang meredakan sakit perut dan dengan bantuan madu dapat meredakan kadar gula. Sedangkan susu selain menyegarkan juga membantu proses dehidrasi sistem tubuh

SAKIT JANTUNG
Buah Pisang memiliki zat asam semut (penetralisir asam) yang alami terhadap tubuh, dan jika anda menderita karena ada bagian yang sakit pada jantung, coba makan pisang untuk meringankan rasa sakit tersebut.

NYERI DI PAGI HARI
Makan buah pisang setelah sarapan membantu kadar gula anda untuk bekerja mengurangi rasa sakit dan pegal-pegal sewaktu bangun pagi.

GIGITAN SERANGGA
Sebelum menggunakan cream oles anti gigitan serangga, coba olesi bagian yang terkena gigitan tersebut dengan bagian dalam kulit pisang. Banyak ditemukan orang yang sukses mengurangi pembengkakan dan iritasi pada bagian kulit yang telah digigit oleh serangga dengan kulit pisang ini.

URAT SYARAF
Buah pisang tinggi kadar vitamin B yang dapat membantu menenangkan sistem urat syaraf.

KELEBIHAN BERAT BADAN
Studi pada Institut Psikologi di Austria menemukan bahwa tekanan pada pekerjaan mendorong manusia untuk mengkonsumsi (lebih senang) makanan jenis snack, coklat, keripik dsb. Memperhatikan 5.000 pasien di sebuah rumah sakit, ditemukan bahwa kebanyakan dari kasus obesitas (kegemukan) disebabkan oleh tekanan pekerjaan. Hasil laporan menyimpulkan bahwa untuk menghindari kecanduan makanan tersebut, kita perlu mengendalikan kadar gula darah dengan makanan ringan yang tinggi karbohidrat setiap 2 (dua) jam guna menjaga agar kadar gula terebut stabil.

GANGGUAN PENCERNAAN
Pisang digunakan sebagai makanan
diet mencegah gangguan pencernaan dikarenakan lembut dan halusnya tekstur buah unu. Hanya buah mentah inilah yang dapat dimakan langsung tanpa harus susah-susah mengolahnya lebih dulu tapi berkhasiat menetralisir kelebihan zat asam dan mengurangi iritasi dengan melapisi bagian dalam perut kita.

PENGENDALIAN SUHU
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa buah pisang sebagai penyejuk atau penyegar yang dapat mengurangi - baik secara fisik maupun emosional, calon Ibu. Di negara Thailand sebagai contoh, wanita hamil memakan pisang untuk memastikan bahwa bayi yang akan lahir berada dalam kondisi SAD yang terkendali (SAD = Gangguan atau kecemasan sang calon ibu), sebab buah pisang membantu para calon ibu ddengan kandungan zat alami
tryptophan (asam amino yang mengandung protein) untuk pertumbuhan dan metabolisme yang normal sebagai penghasil niasin (vitamin A & B untuk fungsi normal system syaraf pembuangan)

MEROKOK
Buah pisang dapat membantu orang yang akan berhenti merokok, karena kandungan vitamin B6 dan B12 dan juga kandungan
potasium dan magnesium di dalamnya membantu tubuh mencegah efek dan gangguan fisik dan mental akibat zat nikotin.

STRESS
Potasium
merupakan mineral penting yang dapat menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengendalikan kadar cairan tubuh. Saat kita sedang mengalami stress (gangguan pikiran yang dapat mengakibatkan gangguan fisik), tingkat metabolisme menjadi naik, dan karenanya terjadi pengurangan kadar potasium. Ini dapat dikendalikan dengan makanan ringan bernama pisang yang kaya akan kadar potasium.

STROKE
Penyakit yang diakibatkan oleh kehilangan fungsi organ fital atau bagian lain tubuh saat aliran oksigen dalam darah menuju otak terganggu ini dapat dicegah bila anda suka makan buah pisang. Menurut penelitian Jurnal Medis di New England, memakan buah pisang adalah bagian dari program
diet yang dapat mengurangi resiko kematian akibat stroke sebanyak 40%. Oleh karena itu memakan buah pisang merupakan pengobatan alami untuk berbagai penyakit.

Saat dibandingkan dengan buah apel, ternyata pisang memiliki 4 kali lipat
protein, 2 kali lipat zat karbohidrat, 3 kali lipat fospor, 5 kali lipat vitamin A dan zat besi, 2 kali lipat mineral dan vitamin lain. Dan yang pasti, adalah buah terbaik dan sangat kaya akan kadar potasium yang mudah didapat. Karenanya, mungkin boleh juga dikatakan di sini bahwa "BUAH PISANG MEMBUAT KITA JAUH DARI DOKTER".

Lalu, akankah kita abaikan tips bagus ini begitu saja?

Hindari Stress Dan Perbanyak Konsumsi Sayuran

Meski penyebab kanker payudara belum diketahui pasti, tapi sejumlah faktor risiko sudah dikemukakan oleh para dokter, sehingga upaya antisipasi bisa dilakukan jauh-jauh hari. Kalau pun sel kanker sudah muncul, setidaknya penanganan atau pengelolaan terhadap faktor-faktor risiko bisa menghambat penyebaran sel tersebut. Salah satu faktor risiko tersebut adalah stres atau goncangan jiwa.

Dr Sutjipto, Sp.B.Onk dari RS Kanker Dharmais, Jakarta menceritakan bahwa ada salah satu pasiennya yang menderita kanker payudara akibat stres yang diderita. ” Benar-benar stres dan tidak ada penyebab lainnya. Ia sama sekali tidak punya kelainan genetik atau sanak saudara yang menderita kanker payudara,” ujar Sutjipto. Menurut Sutjipto, kondisi kanker pasien tersebut berada pada stadium 2, artinya kemungkinan sembuh atau rentang harapan hidupnya masih cukup panjang. Namun stres terus-menerus yang dialami membuatnya bertahan hidup hanya sampai tahun ke-2.

Karena itu, stres tidak bisa dianggap enteng. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Faktor risiko lainnya adalah menstruasi pada usia dini (usia 11 tahun ke bawah). Penelusuran ilmiah menunjukkan angka kejadian kanker payudara akan lebih tinggi pada orang yang mengalami menstruasi pada usia 11 tahun ke bawah dibandingkan mereka yang mengalaminya pada usia 13 tahun. Sementara menopause yang terlambat maupun belum menikah atau belum melahirkan juga merupakan faktor risiko. Konsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko juga. Faktor lainnya adalah keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 mempunyai kaitan erat dengan risiko kanker payudara, ovarium atau keduanya, sebesar 50-85 persen. Karena itu, Sutjipto menganjurkan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi.

Menurut Penatalaksanaan Kanker Payudara Terkini terbitan RS kanker Dharmais, perempuan dengan risiko standar bisa melakukan mamografi pada usia 40 tahun ke atas. Namun perempuan dengan risiko tinggi, khususnya dengan mutasi BRCA1 dan BRCA2, mamografi sebaiknya dimulai pada usia 25 tahun. Atau pada usia 5 tahun lebih muda dari anggota keluarga termuda yang mempunyai riwayat kanker payudara. Misalnya, jika sang kakak menderita kanker pada usia 26 tahun, maka adiknya dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 dianjurkan memulai pemeriksaan mamografi pada usia 21 tahun. Sutjipto mengatakan tidak ada cara yang pasti untuk menangkal atau menyembuhkan kanker. ” Nggak ada yang mencegah secara absolut,” ujarnya. Namun pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. ” Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C, hilangkan stres, hindari rokok dan jangan terlalu gemuk,” jelas Sutjipto.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buahan dan sayuran bisa menurunkan risiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya dengan nutrien antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel yang bisa menyebabkan kanker. Usahakan untuk mengonsumsi paling sedikit 5 porsi buah-buahan atau sayuran per hari.

Penelitian lain menunjukkan lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun bisa melindungi kita dari kanker payudara, sedangkan lemak jenuh seperti terdapat di dalam daging dan mentega bisa meningkatkan risiko. Ini dikatakan oleh David J. Hunter, M.D., Direktur Harvard Center for Cancer Prevention di Boston. Para ahli yang mengamati kebiasaan makan pasien kanker payudara dan perempuan yang sehat juga menemukan perempuan yang mengonsumsi steak well done (sangat matang) berisiko 4 kali lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan yang lebih suka steak medium, begitu menurut sebuah penelitian tahun 1998 yang dimuat di Journal of the National Cancer Institute. Penelitian tahun 1997 yang diterbitkan jurnal kedokteran Inggris, The Lancet juga menemukan konsumsi kedelai yang banyak mengandung senyawa phytoestrogen akan menurunkan risiko kanker payudara.

Jadi siapa bilang kanker payudara adalah akhir segalanya? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati hidup lebih panjang. Satu terapi penting lainnya, lupakanlah bahwa Anda adalah seorang penderita kanker payudara karena semakin Anda memikirkannya maka semakin berat derita yang dirasakan dan semakin lemah fisik Anda. Jadi kenapa mesti tenggelam dalam kesedihan ketika masih banyak kegembiraan lain yang menunggu keterlibatan Anda. (san)

Sumber: Sinar Harapan


Makanan Khusus Penderita Kanker Payudara

Terserang kanker payudara? Siapapun pasti ingin menghindarinya. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan ada beberapa jenis makanan yang dapat mencegah serta mengurangi risiko terjadinya kanker payudara.

1. Gandum
Kita dapat mengonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap setengah gelas gandum setara dengan 10 gram kebutuhan serat yang berguna untuk menurunkan kadar estrogen di dalam tubuh. Banyak pendapat bahwa kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh dapat merangsang pertumbuhan sel kanker payudara.

2. Ikan salmon dan ikan tuna
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di sekitar sungai dan selalu mengonsumsi ikan tuna dan ikan salmon setiap hari, memiliki risiko yang sangat kecil untuk terserang kanker payudara. Hal itu diduga karena adanya kandungan omega-3 yang terdapat dalam ikan salmon dan ikan tuna.

  3. Wortel dan bayam
Wanita yang tidak pernah mengonsumsi wortel dan bayam ternyata memiliki risiko terkena kanker payudara dua kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang sering mengonsumsi kedua jenis sayuran itu.

  4. Yoghurt
Sebuah penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai media dalam tes percobaan, menyatakan bahwa yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara.

5. Susu kedelai
Zat yang terkandung dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terjadinya kanker payudara sebesar 28% dibandingkan dengan kandungan zat yang terdapat pada kacang kedelai olahan.

6. Jus Jeruk
Jus jeruk diduga dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara hingga 50%. Namun, pernyataan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan sampai saat ini.

Sumber: Info Sehat Dot Kom

Info Farmasi/Obat Kanker